BONDOWOSO – Meningkatkan kualitas
pendidikan tidak cukup hanya melalui pelatihan di dalam ruang kelas. Komitmen
itulah yang ditunjukkan SMKN 1 Wringin Bondowoso melalui kegiatan Capacity
Building Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang berlangsung selama dua hari,
24–25 Juni 2026, di Kota Malang dan Batu.
Kegiatan yang diikuti seluruh guru dan
tenaga kependidikan tersebut menjadi momentum memperkuat kompetensi profesional
sekaligus membangun karakter, spiritualitas, kebersamaan, serta semangat
berkinerja dalam menyongsong tahun ajaran baru.
Rombongan yang didampingi Pengawas
Pembina SMK Kabupaten Bondowoso, Silefiana, S.T., M.Pd., memulai perjalanan
sejak dini hari menuju Kota Malang. Agenda hari pertama diawali dengan studi
tiru ke SMKN 4 Malang, salah satu sekolah vokasi yang dikenal memiliki berbagai
praktik baik dalam pengelolaan pendidikan.
Dalam kunjungan tersebut, peserta
mempelajari berbagai inovasi sekolah, mulai dari manajemen sumber daya manusia,
implementasi pembelajaran berbasis blok dan Teaching Factory, pembinaan
prestasi peserta didik, pengelolaan sarana prasarana, strategi kehumasan,
hingga penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK).
Diskusi berlangsung interaktif. Berbagai
pengalaman dan strategi yang diterapkan SMKN 4 Malang menjadi referensi
berharga bagi SMKN 1 Wringin dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Tidak berhenti pada studi tiru, malam
harinya seluruh peserta mengikuti sesi Refleksi Mutu Pendidikan bertajuk Menyeduh
Data, Meracik Strategi. Melalui forum tersebut, guru diajak membaca capaian
sekolah secara objektif berdasarkan data dan indikator mutu pendidikan.
Beberapa capaian positif turut
dipaparkan, di antaranya tingkat penyerapan lulusan yang mencapai 99,96 persen,
peningkatan lulusan berwirausaha dari 25,69 persen menjadi 70,68 persen,
peningkatan kreativitas peserta didik, hingga optimalisasi pemanfaatan platform
digital sekolah yang telah mencapai 100 persen.
Selanjutnya, peserta melakukan refleksi
menggunakan pendekatan Stop, Continue, Start untuk mengidentifikasi program
yang perlu dihentikan, dipertahankan, maupun dikembangkan sebagai inovasi baru
pada tahun ajaran mendatang.
Suasana semakin bermakna ketika kegiatan
dilanjutkan dengan sesi Relawan (Refleksi Akhir Bulan) bersama Dwi Septy
Feryandi, S.Pd., yang mengangkat tema Pursuit of Happiness. Dalam sesi
tersebut peserta diajak memahami bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari
materi maupun popularitas, melainkan lahir dari rasa syukur, hubungan yang
harmonis dengan sesama, kesehatan jasmani dan rohani, serta kedekatan kepada
Tuhan.
Memasuki hari kedua, seluruh peserta
mengawali aktivitas sejak pukul 04.00 WIB melalui Sholat Subuh berjamaah yang
dilanjutkan kultum oleh Ustadz Mustaqim, M.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau
mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
"Sebaik apa pun kita merencanakan
hari esok, tetap sisakan ruang ikhlas karena hari esok bukan milik kita,"
pesannya di hadapan seluruh peserta.
Usai kegiatan spiritual, para guru
mengikuti senam pagi dan outbound yang dipandu instruktur profesional. Berbagai
permainan kolaboratif dirancang untuk memperkuat komunikasi, kepemimpinan,
kerja sama, serta membangun rasa saling percaya di antara seluruh warga
sekolah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan
makan siang bersama, salat berjamaah, serta kunjungan edukatif ke Jatim Park 2
VIP 3D. Selain menjadi sarana rekreasi, kunjungan tersebut memberikan
pengalaman belajar yang menyenangkan melalui berbagai wahana edukatif dan
koleksi satwa.
Dalam perjalanan pulang menuju
Bondowoso, rombongan masih menyempatkan diri beristirahat di pusat oleh-oleh
Kota Malang sebelum menikmati makan malam bersama. Kebersamaan yang terbangun
selama dua hari kegiatan semakin mempererat hubungan kekeluargaan antarguru dan
tenaga kependidikan.
Rombongan akhirnya tiba kembali di SMKN
1 Wringin sekitar pukul 23.30 WIB dengan membawa semangat baru untuk terus
meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Melalui kegiatan Capacity Building ini,
SMKN 1 Wringin berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan semakin solid,
adaptif terhadap perubahan, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang
inovatif, humanis, dan berorientasi pada peningkatan mutu lulusan. Langkah
tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mewujudkan pendidikan
vokasi yang unggul, berkarakter, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Reporter : Grey


