Bondowoso – Kepala SMAN 1 Bondowoso, Ageng Jelly
Purwanto, S.Pd., M.Pd., berbagi strategi branding sekolah dan kepemimpinan
adaptif dalam Workshop Peningkatan Kompetensi tenaga pendidik dan
kependidikan di SMKN 1 Pakem, 13–14 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Ageng membahas
pentingnya membangun identitas sekolah, membuka ruang aspirasi bagi seluruh
warga sekolah, serta mengembangkan pendekatan pendidikan yang berorientasi pada
penguasaan keterampilan (skill).
Salah satu gagasan yang disampaikan
adalah pentingnya komunikasi informal yang bermakna dalam membangun hubungan
dan menggali ide-ide baru di lingkungan sekolah. Menurut materi yang
disampaikan dalam sesi tersebut, obrolan santai pun dapat menjadi pintu masuk
untuk memunculkan gagasan yang bermanfaat bagi pengembangan sekolah.
Ageng juga menyoroti konsep SMK
multitrack yang menempatkan penguasaan keterampilan sebagai prioritas.
Pendekatan ini relevan dengan pendidikan vokasi yang dituntut mampu menyiapkan
peserta didik menghadapi kebutuhan dunia kerja dan perubahan zaman.
Workshop yang berlangsung di Ruang Utama
SMKN 1 Pakem itu juga membahas penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep
Learning) dan pemanfaatan perangkat Interactive Flat Panel (IFP).
Kegiatan dirancang dengan format In-Service
(IN) dan On-the-Job (ON). Melalui rangkaian tersebut, tenaga pendidik
dan kependidikan mendapat kesempatan memperkuat kompetensi sekaligus mengenal
pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar.
Kepala SMKN 1 Pakem, Tri Andoko Pramono,
S.T., M.Pd., dalam arahannya mendorong para pendidik untuk menjaga semangat
belajar dan terus menghadirkan inovasi di kelas.
Ia menekankan bahwa teknologi dan
pendekatan pembelajaran mendalam perlu dimanfaatkan untuk mendorong kreativitas
dalam proses pembelajaran.
Antusiasme peserta terlihat dari
tanggapan Widi Pratama, S.Pd., salah satu guru yang mengikuti workshop. Ia
mengaku memperoleh pengetahuan baru, terutama mengenai fitur-fitur pada layar
interaktif IFP.
Menurut Widi, perangkat tersebut bukan
sekadar alat peraga, tetapi juga dapat membantu guru menyampaikan materi secara
visual dan interaktif.
Pemanfaatan teknologi di ruang kelas
diharapkan dapat mendukung penerapan Pembelajaran Mendalam sehingga peserta
didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna.
Melalui workshop ini, SMKN 1 Pakem
mendorong peningkatan kompetensi pendidik agar lebih siap beradaptasi dengan
perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan vokasi.
Sementara itu, berbagi pengalaman
mengenai branding sekolah dan kepemimpinan adaptif menjadi ruang pertukaran
gagasan antarsekolah untuk memperkuat tata kelola serta meningkatkan kualitas
layanan pendidikan.

